Pensi Bukan untuk Kesenangan Sesaat



Memberi Kesempatan Siswa atau Memberi Lapangan Pekerjaan untuk Artis

Banyaknya peringatan di sekolah memang tidak menutup kemungkinan siswa untuk membuat pentas seni siswa ( pensi ). Sebagai contoh kecil dalam peringatan hari jadi sekolah. Pada hari jadi sekolah, pasti sekolah mengadakan pensi. Pensi memang bagus untuk melatih siswa mengelola suatu acara, namun yang menjadi masalah bukan bagaimana siswa dapat mengelola acara tersebut sampai selesai dan berjalan lancar. Masalahnya terletak pada isi acara pensi tersebut.
Biasanya pentas seni siswa berisi penampilan ekstrakulikuler yang ada di sekolah, bisa juga diisi dengan berbagai penampilan bakat dari siswa yang berprestasi di sekolah atau di luar sekolah. Berbeda dengan yang terjadi saat ini di sekolah-sekolah yang sedang mengadakan pensi, terutama sekolah yang memiliki embel-embel favorit di belakangnya. Sekolah tersebut biasanya akan mengundang artis dengan kelas nasional sebagai pengisi acara utama atau pada acara puncaknya. Seperti pada tulisan Slank Meriahkan Pentas Seni SMA Negeri 1 Medan yang ditulis Hendrik Naipospos ( Tribun Medan, 13/11/2016 ). Tulisan tersebut seolah-olah menjadi bukti benar jika acara pensi banyak menghadirkan artis nasional, bahkan pada tulisan Hendrik Naipospos tersebut menyebutkan banyak artis nasional yang mengisi acara tersebut, seperti Mytha Lestari, Sound Wave, dan Slank.
Masih untung, pada tulisan Hendrik Naipospos menyebutkan tidak hanya artis nasional saja yang berperan sebagi pengisi, tetapi pada acara puncak itu menampilkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga. Pemenang dari perlombaan band, dance, dan vocal solo yang dilombakan pada 18 s/d 22 Oktober 2016 lalu.
Sebenarnya pensi yang mendatangkan artis ibukota atau bahkan artis internasional ini sangat tidak bermanfaat untuk siswa, karena akan mengganggu kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa akan kehilangan banyak waktu dan ketinggalan pelajaran. Siswa hanya akan terfokus bagaimana nanti acara pensi dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan. Jika acara ingin berjalan dengan lancar, pastinya siswa akan membutuhkan banyak dana untuk mengundang dan memenuhi kebutuhan artis yang diinginkan. Untuk menyewa peralatan juga memerlukan biaya yang besar jika ingin acara benar-benar memuaskan. Hal ini juga di buktikan pada tulisan Andi Nur Aminah ( KORAN replubika.co.id 17/02/2015 ) yang berjudul Adu Gengsi Berbalut Pensi. Pada tulisannya disinggung tentang banyak dana yang digelontorkan SMA Negeri 1 Makassar (Smansa) untuk mengundang band rock dari Amerika Serikat, Secondhand Serenade. Bahkan Smansa juga mengundang band ibukota, Maliq & D'Essentials sebagai band pembuka untuk band dari Amerika tersebut.
Tak heran, jika mereka sampai menghabiskan dana sebesar 1M. Dana sebesar itu mereka dapat dari iuran siswa sejak kelas satu yang mengumpulkan uang sebesar Rp 1000 setiap orang dalam satu minggu, sehingga ketika kelas tiga sudah mampu terkumpul Rp 200 juta. Kekurangan dari dana itu mereka dapat dari iuran panitia sejumlah 152 anak yang mewajibkan untuk menyumbang dana minimal Rp 1,5 juta. Dari tulisan Andi Nur Aminah,  diketahui jika pihak sekolah tidak mau tahu darimana dana tersebut diperoleh, mereka hanya memberi izin untuk menyelenggarakan acara pensi, tetapi tidak memberi sumbangan dana untuk acara tersebut. Andi Nur Aminah juga memiliki pendapat, jika yang sebenarnya terjadi tidak hanya semata-mata untuk hiburan para siswa, tetapi juga gengsi antar sekolah. Gengsi inilah yang menyebabkan banyak sekolah berlomba-lomba untuk mendatangkan artis dalam pensi mereka. Hal ini juga diperkuat dengan gagasan dari Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan, Adi Suryadi Culla, bahwa saat ini ingin memperlihatkan sekolah berkelas atau tidak, dilihat dari kegiatan pensi. Semakin banyak dana yang dikeluarkan dan semakin hebat artis yang diundang, membuat siswa SMA itu merasa lebih dihargai sekolah lain.
Sebenarnya tanpa harus mengundang artis bertaraf nasional, pensi juga dapat meriah dengan menampilkan ekstrakulikuler dari sekolah. Hal tersebut juga bermanfaat untuk memberi wadah bagi siswa yang memiliki bakat tertentu untuk menampilkannya. Jika tetap menginginkan pensi diisi dengan penampilan lain dari luar sekolah, panitia dapat mengundang artis lokal sehingga dapat menghemat pengeluaran dana yang di keluarkan untuk pensi agar tidak merepotkan banyak pihak. Dana besar dapat lebih bermanfaat untuk pembenahan infrastruktur bangunan sekolah dan penambahan fasilitas agar siswa nyaman dalam mengikuti pelajaran, daripada dibuang sia-sia untuk kesenangan sesaat saja.



Komentar

Postingan Populer