Tanggapan dari Tulisan Setia Naka Andrian yang berjudul "Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif (Tribun Jateng, 5 Agustus 2017)"

Menurut saya, dalam bacaan yang ada di dalam blog yang berjudul Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif, sang penulis ( Setia Naka Andrian ) berusaha ingin memberitahukan jika seseorang ingin menciptakan sebuah film yang berkualitas, tidak harus selalu mempertimbangkan tentang komersial. Adapun hal lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah tentang usaha dan doa agar semua yang diinginkan sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada dasarnya tidak ada alasan apapun yang dapat menghentikan roda berkesenian, karena seni akan selalu berkembang, seperti yang ada pada kutipan buku profil Dunia Film Indonesia ( 1982 ) karya Salim Said. Oleh sebab itu, sineas muda Indonesia harus membuat hal tersebut sebagai landasan yang kuat untuk tetap berkarya menciptakan film-film yang bermutu, agar film yang ada di Indonesia semakin maju dan dapat diakui dunia. Seperti contohnya di kota Kendal yang sudah ada wadah untuk menampung bakat para sineas muda yang bernama Rumah Kreatif Film Kendal ( RKFK ) yang telah menyelenggarakan film berjudul Reksa yang dibuat oleh sineas muda Indonesia yang bernama Mustofa, apalagi film yang dibuat tersebut menceritakan kehidupan sosisal warga Kendal sendiri. Maka tak heran, jika antusiasme warga Kendal untuk menonton film tersebut sangatlah tinggi. Hal itulah yang menjadi bukti nyata, bahwa masyarakat Indonesia lebih menyukai film dibandingkan dengan karya seni yang lain. Karena melalui film seseorang dapat merasakan atau dapat menjiwai sebuah peran dalam film tersebut. Apabila kisah yang ada dalam film tersebut hampir sama dengan kehidupan nyata penonton. Namun, cerita yang menarik tidak akan bagus apabila tidak dibarengi dengan penghayatan dan penjiwaan peran tokoh dalam film. Tapi sangat disayangkan, karena penulis tidak menceritakan bagaimana penjiwaan karakter tokoh dalam film Reksa tersebut. Penulis juga tidak memberikan akhir yang jelas dalam tulisan tersebut.


Mega Krisnawati Pamungkas (PBSI 1D)

Komentar

Postingan Populer